MARKIBUN, Mari Belajar Berkebun
Pendidikan merupakan suatu
pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan seseorang atau sekelompok
orang yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan diri baik secara soft skill
maupun hard skill. Pendidikan dapat dilakukan pada berbagai kalangan usia mulai
dari pendidikan anak usia dini hingga pendidikan orang dewasa. Pendidikan bagi
anak yang masih mengenyam dunia bangku sekolah tentu memerlukan perhatian
secara khusus karena pendidikan pada usia tersebut merupakan pendidikan dasar
yang nantinya akan menjadi tonggak bagi mereka dalam bersikap dan mengembangkan
karakter.
Mengingat perkembangan teknologi
yang kian menguat dan semakin pesat, juga tidak akan luput dari jangkauan para
siswa. Rasa ingin tau yang dimiliki siswa tentu sangatlah tinggi, sehingga
adanya perkembangan teknologi (penggunaan gadget / smartphone) sedikit saja,
membuat mereka ingin mencobanya. Dunia gadget/smartphone yang teramat sangat
luas dengan adanya fasilitas internet dan fitur yang terdapat pada smartphone
tersebut merupakan objek yang dihauskan oleh para siswa. Kontrol dari orang tua
maupun pihak sekolah sangatlah penting untuk menghindari penggunaan teknologi
yang tidak tepat guna bagi setiap siswa. Hal tersebut bertujuan selain agar
siswa tidak salah dalam menggunakan teknologi, juga tidak mengalami kecanduan
dalam penggunaan teknologi. Apabila siswa mengalami kecanduan teknologi dapat
membuat mereka mengalami kesenjangan sosial antar sesama teman, tidak peduli
terhadap lingkungan, bahkan kesehatan secara fisik dapat terganggu akibat
kekurangan aktivitas gerak tubuh.
Berdasarkan keadaan tersebut
menjadi salah satu titik perhatian bagi SDN 2 Wonoboyo yaitu dengan
menggerakkan suatu kegiatan berupa “Mari Belajar Berkebun (MARKIBUN)” yang
tujuannya untuk mengembalikan sejatinya kehidupan masa anak-anak yaitu belajar
dan bermain. Pada tanggal Oktober 2022
kegiatan tersebut perdana dilaksanakan di SDN 2 Wonoboyo. Peserta MARKIBUN
terdiri dari siswa kelas 4, 5 dan 6.
Rangkaian kegiatan sekolah berkebun dimulai pada pukul 09.00 WIB dengan awalan kegiatan berupa penyampaian materi dan informasi bagi siswa. Materi dan informasi yang diberikan adalah berupa pengenalan mengenai gambaran morfologi sayuran dan manfaat sayuran serta cara membudidayakan. Pemilihan objek materi sayuran tidak lain bertujuan untuk membuka dan membuat mindset anak-anak yang notabenenya tidak menyukai sayur mayur agar lebih suka dan mau untuk mengkonsumsinya. Untuk melatih dan menciptakan rasa percaya diri bagi siswa, kegiatan yang berlangsung di salah satu ruang kelas di sekolah tersebut dikemas semeriah mungkin dengan membantuk sebuah konsep tanya jawab, memberikan beberapa tebakan (pertanyaan) kepada siswa, serta siswa diminta untuk memberikan suatu tanggapan dari beberapa kasus selama pembelajaran. Antusias siswa yang diberikan membuat suasana ruangan menjadi semakin meriah dan menyenangkan.
Kegiatan sekolah berkebun tidak
berkutat didalam ruang kelas saja. Konsep yang dikemas oleh para guru yaitu
learn and action sehingga kegiatan tersebut berlanjut di luar ruangan sebagai
salah satu bentuk untuk melatih hardskill dan rangsangan secara motorik agar
siswa mau dan mampu dalam mencoba suatu kegiatan. Selanjutnya para siswa
diarahkan untuk melakukan tanam sayur. Sayuran yang dipilih adalah kangkung,
sawi pakcoy, dan bayam. Pertama para siswa diminta untuk menyiapkan media tanam
berupa wadah dan tanah. Lalu mereka diminta untuk menyampurkan tanah yang
mereka bawa dengan bokashi yang telah disiapkan sebelumnya oleh para penyuluh.
Setelah mereka mencampur dan menyiapkan media tanam pada tiap-tiap wadah yang
mereka bawa, mereka diarahkan untuk menanam benih kangkung dan bayam, serta
bibit sawi pakcoy yang telah disediakan oleh para penyuluh. Selanjutnya para
siswa diarahkan untuk menyiram tanaman yang telah mereka tanam menggunakan air,
dan meletakkannya di tempat yang telah disediakan oleh pihak sekolah.
Seluruh rangkaian kegiatan
dilakukan dengan senang hati oleh para siswa dan juga para guru. Para siswa
sangat aktif dan semangat untuk belajar dan mempraktikkan secara langsung
kegiatan menanam sayuran tersebut. Harapannya dengan adanya kegiatan sekolah
berkebun akan menjadi salah satu cara untuk meciptakan generasi yang aktif dan
mau untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang melatih kemampuan soft skill dan
hard skill mereka. Selain itu terciptanya generasi yang peka dan cinta terhadap
keadaan lingkungan juga menjadi harapan besar dari adanya kegiatan ini.




0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda